Skip to main content

Saat Hendak Marah Pada Anak, Lakukan 3M


Tingkah anak-anak memang menggemaskan. Namun tak jarang juga mereka menguras kesabaran orang tua. Misal, saat si kakak tidak segera bersiap-siap untuk pergi les, sedangkan waktunya sudah sangat mepet. Berkali-kali Anda berteriak untuk memintanya segera mandi dan ganti baju, tak juga mendapat respon. Sedangkan di saat yang bersamaan, Anda tidak bisa meninggalkan meja makan karena harus merayu si adik yang sedang GTM untuk membuka mulut dan memasukkan sendok ke dalam mulutnya. Siapa yang sering mengalami ini?

Tak hanya di rumah saja kejadian semacam itu terjadi. Saat sedang mengajak mereka berjalan-jalan pun hal tersebut sangat mungkin terjadi. Terbayang, kan, bagaimana repotnya saat anak Anda tantrum di antara rak-rak toko mainan sementara Anda merasa semua mata tertuju pada Anda?

Yang sebetulnya paling ingin Anda lakukan saat itu mungkin hanya satu, yakni marah. Namun marah pada anak-anak, bukannya membuat keadaan lebih baik, justru akan memperburuk kondisi. Alih-alih menuruti Anda, anak-anak justru cenderung semakin menjadi-jadi.

Alison Escalante, M.D., dokter anak sekaligus penulis tentang pengasuhan di beberapa media dari Naperville, Illinois, AS, membagikan 3 langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mengurangi stres agar tidak kelepasan marah pada anak. Langkah ini menurutnya membuat Anda terhubung kembali dengan anak-anak secara lebih baik.

Ia menamai langkah ini dengan 3S, sigh, see, and start. Bila dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia menjadi 3M (Menghela napas, Melihat, dan Mulai). Metode ini menurut Alison dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kebijaksanaan orang tua dan membuat lebih terkoneksi dengan anak-anak mereka. Bagaimana caranya?

Menghela Napas
Begitu Anda merasa kawah di dalam dada Anda hendak meledak secara eksplosif, segera menghela napas. Alih-alih berteriak, cobalah untuk mengambil napas dalam-dalam dan buang perlahan. Pastikan Anda mengeluarkan kembali udara yang Anda hirup selambat mungkin. Napas yang lambat akan menenangkan dan membuat Anda dapat berpikir lebih jernih.

Setelahnya, lanjutkan ke-M yang kedua.

Melihat
Ketika menjadi orang tua, Anda dituntut untuk lebih fleksibel. Tidak semua yang Anda harapkan atau rencanakan akan berjalan mulus. Untuk itu, alih-alih menjadi stres karena hal-hal yang membuat Anda menjadi tidak terkendali, berusahalah untuk memegang kendali kembali. Lihatlah anak Anda, lihatlah situasi Anda, lihat apa yang sudah Anda lakukan.

Lalu menuju ke-M yang terakhir.

Mulai
Mulailah mendengarkan anak Anda. Mulailah berpikir tentang mengganti semua rencana Anda dengan apa yang mungkin bisa dijalankan. Mulailah mencari tahu apa yang membuat anak Anda tidak mengikuti perkataan Anda, apakah karena Anda mengatakannya dengan tidak jelas, penuh emosi, atau karena lain hal. Yang paling penting menurut Alison, mulailah menerima bahwa Anda tidak harus melakukan semuanya dengan sempurna.

Comments

Popular posts from this blog

6 Cara Ini Bila Anak Anda Suka Membantah

Anda tentu kesal saat si kecil membantah Anda. Apalagi bila ia mengatakannya dengan intonasi tinggi dan suara lantang. Namun, apakah Anda harus balik marah dan menentangnya? Belum Tentu Kurang Ajar Perilaku membantah pada anak-anak sebetulnya adalah hal yang wajar, begitu tutur  James Lehman, MSW , pakar  parenting  di Boston, AS. Menurutnya, membantah berasal dari rasa tidak berdaya dan frustasi ketika mendapat penolakan atas apa yang ia inginkan. Itulah sebabnya mereka membantah orang tuanya. Menurut Lehman penting untuk membedakan antara “membantah” dengan “pelecehan verbal.” Hanya karena anak Anda mengatakan, “Aku belum mau makan. Mama kok maksa, sih? Aku belum lapar. Mama nggak ngertiin aku, deh,” bukan berarti ia kurang ajar. Ia hanya membantah untuk mencoba mengatakan pada Anda bahwa ia tidak bisa memenuhi perintah Anda. Sementara itu, apabila mereka sudah memaki, menggunakan kata-kata kasar, atau bahkan mengancam Anda, maka perilaku tersebut terkategori ...

Latihan Posting

Download Dokumen